ENGLISH VERSION

Article
  
2014-04-23 09:04:53
Peduli Pengusaha Kecil, Phapros Salurkan dana Rp 1,119 Miliar

2014-03-14 13:03:37
Phapros Terima Kunjungan dari Menteri Kesehatan

2013-12-10 08:12:18
Phapros Meraih Penghargaan Efisiensi Energi

2013-08-28 13:08:40
Laporan Transaksi Material

2011-12-20 09:12:37
Infeksi Sulit Dieliminasi



Product Highlight
»
Antimo Anak
Perjalanan anak jadi enak
»
Noza
Meringankan gejala influenza dan memperkuat kondisi tubuh dengan beristirahat
»
Pehacain Injeksi
Anastesi lokal dengan kerja cepat


home!

 

Tehnik Membuat Orang lain Nyaman Berbicara dengan Kita

  

Pernahkan anda memikirkan mengapa kita senang berbicara dengan seseorang dan

enggan berbicara dengan orang yang lainnya..?? Anda mungkin berpikir bahwa ini adalah

 

sesuatu yang mereka miliki sejak lahir atau secara alamiah. Anda mungkin berpikir

demikian karena mereka memang benar-benar cocok dengan anda. Kemungkinan besar,

ini adalah hasil dari cara mereka merangkai kata-kata mereka, kejujuran serta integritas

mereka dalam komunikasi dan niat yang ada diseluruh pikiran mereka. Dengan adanya

integritas, kata-kata apresiasi, afeksi dan kesepakatan mengalir dengan lancar.

 

Elemen terpenting untuk membuat orang lain nyaman berbicara dengan anda adalah

seperti apa yang ditulis Kevin Hogan dan Mary Lee LaBay dalam bukunya ”Irresistible

Attraction” yaitu : ”Buatlah orang lain tidak merasa salah.. bahkan ketika mereka keliru”.

Inilah yang saya maksudkan, bayangkan anda sedang berdiskusi dengan seseorang dan

anda kesulitan menyampaikan maksud anda. Anda telah menjelaskan maksud anda

dengan baik, tetapi orang yang anda ajak bicara tetap merasa bingung. Anda punya dua

pilihan, membuat mereka merasa bersalah karena tidak mengerti atau membuat mereka

tetap percaya diri dengan bahasa anda yang  empatik. Anda bisa saja mengatakan seperti

ini, ”Saya tidak tahu mengapa anda tidak paham, sekarang saya coba menjelaskan

dengan cara yang mudah-mudahan dapat anda mengerti.” Dan akibatnya, lawan bicara

akan merasa bersalah, tidak percaya diri, dan membuat mereka semakin merasa bingung.

Namun lain halnya jika anda berbicara seperti ini, ”Mungkin saya tidak menjelaskan ini

dengan baik, ijinkan saya untuk memperjelas hal ini”. Sekarang, anda telah menghilangkan

hambatan bagi diri anda untuk menjelaskan hal itu dengan cara yang tidak

membingungkan lawan bicara anda.

 

Niat anda sebenarnya yang akan membantu atau merugikan anda. Bila niat anda adalah

untuk membuat lawan bicara anda merasa kerdil, bodoh, bingung atau membuat mereka

merasa lebih buruk daripada anda, mereka akan kalah dan anda pun juga. Disisi lain,

dengan membuat orang lain merasa nyaman, percaya diri, dan dihargai ketika mereka

berbicara dengan anda, maka yang seperti itu adalah komunikasi yang baik. Kalau anda

mengutarakan suatu kalimat dengan menempatkan tanggung jawab pada diri anda, itu

berarti anda menghilangkan tekanan dari diri mereka dan yang lebih penting lagi, anda

telah menumbuhkan rasa nyaman di hati mereka saat berbicara dengan anda. Ingatlah,

perasaan orang lain saat bersama anda sering merupakan hasil dari kata-kata yang anda

pilih, dan tujuan anda dibalik kata-kata itu. Ada banyak cara untuk membuat orang lain

merasa keliru. Anda mungkin melihat diri anda dalam situasi ini dan menyadari bahwa

dengan cara yang halus, anda telah membuat orang lain merasa keliru atau tidak nyaman

berbicara dengan anda. Situasi ini juga menciptakan perasaan yang bersifat negatif di

dalam diri pendengar anda dan memaksa mereka untuk mengasosiasikan perasaan tidak

enak itu dengan keberadaan anda. Disisi lain, membuat orang lain merasa benar dan

percaya diri benar-benar mudah dan jauh lebih produktif.

 

Salah satu artis yang menerapkan prinsip ini menurut Hogan dan Lee Labay adalah

Elvis Presley. Ia tidak pernah membuat orang lain merasa salah. Menurutnya, dalam

sebuah televisi Elvis pernah di wawancarai. Elvis tidak pernah suka dengan orang-orang

yang memprotes perang. Dia selalu melayani negaranya dengan baik, dan menurutnya

orang lain pun harus begitu juga terkait perang demi kepentingan negara. Tetapi Elvis tidak

pernah mengemukakan pendapatnya ini di depan publik, karena ia tidak ingin membuat

orang lain yang membenci perang merasa disalahkan. Dalam wawancara itu, ia ditanya

oleh seorang wanita, ”Apa pendapat anda tentang orang-orang yang memprotes perang..?”.

Jawabnya, ”Saya menyimpan pandangan saya untuk diri saya pribadi. Saya hanya

seorang artis”. Bukan gaya komunikasi Elvis, untuk berbicara frontal di depan umum

mengenai pendapat pribadinya. Menurutnya hal-hal yang bersifat pendapat pribadi tidak

dipaksakan untuk dikemukakan di depan umum. Karena ia tidak ingin membuat

orang-orang yang berbeda pendapat dengan dirinya merasa disalahkan.

 

Lalu, bagaimana jika memang tujuan kita berbicara hanya untuk berusaha mempengaruhi

pendapatnya..??  Jika memang mempengaruhi seseorang adalah tujuan utamanya, maka

hal ini tidak dapat dihindarkan lagi, yang harus diperhatikan adalah pemilihan kata dan

kalimat yang baik agar orang yang kita ajak bicara tidak merasa disalahkan, dan menjadi

tidak nyaman berbicara dengan kita. Salah satu kunci lain dalam melakukan komunikasi

yang menarik adalah mengetahui apa yang penting bagi orang lain. Oleh karena itu, ketika

kita berbicara dengan orang lain, cobalah semaksimal mungkin pahami hal-hal apa saja

yang menurut mereka penting sehingga hal-hal itu dapat digunakan sebagai bahan

pembicaraan atau sebaliknya dapat digunakan sebagai rambu-rambu agar tidak

menyinggung hal-hal penting yang menjadi ketidaknyamanan mereka.

 

Sumber: Diskusi HRD Forum

home