ENGLISH VERSION

Article
  
2014-12-09 09:12:41
PT Phapros 3 Tahun Berturut-turut Sabet PROPER Hijau

2014-11-25 15:11:34
4 Team Phapros Rebut Predikat Gold dan Silver Manajemen Mutu dan Produktivitas 2014

2014-11-19 11:11:34
Phapros Pertahankan Prestasi Efisiensi Energi Nasional

2014-11-08 19:11:16
MASUK TOP 5 COUNTRY KASUS TUBERCULOSIS TERBANYAK, POTENSI KEBAL OBAT ANTI TUBERCULOSIS INDONESIA MENINGKAT

2014-08-25 16:08:37
Phapros Genap Tanam 380.000 Pohon Mangrove Tahun Ini



Product Highlight
»
Antimo Anak
Perjalanan anak jadi enak
»
Noza
Meringankan gejala influenza dan memperkuat kondisi tubuh dengan beristirahat
»
Pehacain Injeksi
Anastesi lokal dengan kerja cepat


home!

 

MENGENAL PENGGOLONGAN OBAT (Bagian 2)

Obat Nama Dagang dan Generik

Selain penggolongan obat tersebut, obat dapat dibagi menjadi obat bermerk atau obat nama dagang (branded drug) dan obat generik.

1. Obat Generik (Unbranded drug)

Obat generik adalah obat dengan nama generik, nama resmi yang telah ditetapkan dalam Farmakope Indonesia dan INN (International Non-propietary Names) dari WHO (World Health Organization) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Nama generik ini ditempatkan sebagai judul dari monografi sediaan-sediaan obat yang mengandung nama generik tersebut sebagai zat tunggal (misal : Amoxicillin, Metformin).

2. Obat Nama Dagang (Branded drug)

Sedangkan yang dimaksud Obat Nama Dagang adalah nama sediaan obat yang diberikan oleh pabriknya dan terdaftar di departemen kesehatan suatu negara, disebut juga sebagai merek terdaftar. Dari satu nama generik dapat diproduksi berbagai macam sediaan obat dengan nama dagang yang berlainan ,misal : Pehamoxil (berisi : Amoxicillin), Diafac (berisi : metformin) dll.

Obat pada waktu ditemukan diberi nama kimia yang menggambarkan struktur molekulnya. Karena itu, nama kimia obat biasanya amat kompleks sehingga tak mudah diingat orang awam. Untuk kepentingan penelitian acapkali nama kimia ini disingkat dengan kode tertentu, misalnya PH 131. Setelah obat itu dinyatakan aman dan bermanfaat melalui uji klinis, barulah obat tersebut di daftarkan pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Obat tersebut mendapat nama generik dan nama dagang. Nama dagang ini sering juga disebut nama paten. Perusahaan obat yang menemukan obat

tersebut dapat memasarkannya dengan nama dagang. Nama dagang biasanya diusahakan yang mudah diingat oleh pengguna obat. Jadi, pada dasarnya obat generik dan obat paten berbeda dalam penamaan, sedangkan pada prinsipnya komposisi obat generik dan obat paten adalah sama.

Disebut obat paten karena pabrik penemu tersebut berhak atas paten penemuan obat tersebut dalam jangka waktu tertentu. Selama paten tersebut masih berlaku, tidak boleh diproduksi oleh pabrik lain, baik dengan nama dagang dari pabrik peniru ataupun dijual dengan nama generiknya. Produksi obat generiknya baru dapat dilakukan setelah obat nama dagang tersebut berakhir masa patennya. Jika pabrik lain ingin menjual dengan nama generik atau dengan nama dagang dapat dilakukan dengan mengajukan ijin lisensi dari pemegang paten. Obat nama dagang yang telah habis masa patennya dapat diproduksi dan dijual oleh pabrik lain dengan nama dagang berbeda yang biasa disebut sebagai me-too product (di beberapa negara barat disebut branded generic) atau tetap dijual dengan nama generik. (bersambung)

home