ENGLISH VERSION

Press
  
2014-04-21 16:04:32
Kokoh di Tengah Transisi

2013-03-26 13:03:42
Laporan Keuangan PT Phapros Tbk Tahun Buku 2012

2012-04-27 09:04:51
Kinerja Phapros 2011

2012-03-29 15:03:26
Rencana Pembagian Deviden Saham Bonus Perseroan

2011-05-05 14:05:36
RUPS PT PHAPROS TbK TAHUN BUKU 2010



Product Highlight
»
Antimo Anak
Perjalanan anak jadi enak
»
Noza
Meringankan gejala influenza dan memperkuat kondisi tubuh dengan beristirahat
»
Pehacain Injeksi
Anastesi lokal dengan kerja cepat


home!

 

Kokoh di Tengah Transisi

Ditengah transisi menuju Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Kesehatan membuat 2013 menjadi tahun penuh tantangan bagi Industri Farmasi di Indonesia. Kamis (17/4) bertempat di Ball Room Gumaya Hotel Semarang PT Phapros Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham tahun buku 2013. Di tengah kondisi perekonomian makro yang kurang menguntungkan, nilai tukar rupiah terdepresiasi sampai dengan 17,3% dalam waktu kurang dari 6 bulan sejak awal semester II/2013 , inflasi yang terus meningkat dari 4,3% menjadi 8,4%, serta penurunan Produk Domestik Bruto Indonesia, PT Phapros Tbk berhasil mempertahankan penjualan diatas batas psikologis Rp500 miliar yaitu Rp512,61. Sedangkan untuk laba tahun berjalan mencapai Rp 42,14 miliar. Indikator keuangan lain juga cukup mengesankan, dengan imbal hasil investasi sebesar 9% dan imbal hasil atas ekuitas sebesar 14%.

Penurunan penjualan bersih perusahaan yang telah 60 tahun melenggang memproduksi lebih dari 250 jenis obat di Indonesia sebesar 1,5% dibanding tahun sebelumnya ini lebih disebabkan karena Rugi Kurs. Faktor eksternal lain adalah transisi sistem pengadaan obat public yang sekarang menggunakan sistem e-catalog sehingga membuat pasar OGB sangat terfragmentasi. Namun, di sisi lain perseroan mampu memperkokoh basis pertumbuhan jangka panjangnya dengan menginvestasikan aset tetap berupa tanah, mesin dan alat produksi senilai Rp 50,84 miliar. Peningkatan aset perusahaan baik aset lancar dan tidak lancar naik 15,1% dari tahun sebelumnya.

Selain memutuskan pembagian deviden sebesar 50 % didalam RUPS juga disampaikan rencana pengembangan PT Phapros kedepan oleh Direktur Utama PT Phapros, Iswanto. Pengembangan tersebut diantaranya adalah meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat dari sebelumnya melalui pembangunan pabrik baru. Iswanto juga menyebutkan bahwa perseroan yang saat ini dipimpinnya bekerja sama dengan LIPI dan dokter spesialis bedah ortopedi sedang mengembangkan produk implan tulang buatan. Produk implan untuk Keluarga Berencana juga sedang dikembangkan dengan sebuah perusahaan farmasi asing yang ada di Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan farmasi yang sebagian besar sahamnya dipegang oleh PT RNI hal-hal tersebut dilakukan untuk menyokong pemenuhan produk kesehatan yang lebih ekonomis untuk masyarakat luas.

Dalam rapat itu pula disebutkan bahwa penjualan perusahaan dari produk Branded Ethical tumbuh 6,8% dari yang sebelumnya Rp179,53 miliar menjadi Rp 191,74 miliar, dan Over The Counter meningkat 1,6% dari Rp102,73 miliar menjadi Rp 104,36 miliar. Peningkatan penjualan tersebut merupakan indikasi meningkatnya kepercayaan akan produk yang dihasilkan PT Phapros oleh kalangan dokter dan professional serta masyarakat luas diantara pesatnya persaingan industri farmasi di Indonesia. Pencapaian tersebut membuktikan komitmen Phapros terhadap visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

home