ENGLISH VERSION

Press
  
2014-07-02 10:07:39
Press Release Media Gathering 15 Juni 2014

2014-04-29 14:04:36
PT Phapros Tbk Gandeng RS Permata Group Untuk Pendirian Rumah Sakit di Cirebon

2014-04-29 14:04:09
Ekspor Perdana Produk PT Phapros Tbk ke Kamboja

2014-04-21 16:04:32
Kokoh di Tengah Transisi

2013-03-26 13:03:42
Laporan Keuangan PT Phapros Tbk Tahun Buku 2012



Product Highlight
»
Antimo Anak
Perjalanan anak jadi enak
»
Noza
Meringankan gejala influenza dan memperkuat kondisi tubuh dengan beristirahat
»
Pehacain Injeksi
Anastesi lokal dengan kerja cepat


home!

 

Press Release Media Gathering 15 Juni 2014

PT PHAPROS TBK

Siap Berkompetisi, 2014 Jadi Tahun Stabilisasi

Jakarta, 11 Juni 2014 – PT Phapros Tbk, anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang bergerak di sektor Farmasi menegaskan kesiapanya untuk bersaing di masa datang. Maka dari itu tahun ini akan menjadi moment untuk memperkuat fondasi dan stabilisasi di semua lini perseroan, seperti perluasan pasar, penguatan standarisasi produk dan laboratorium berbasis ISO.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Drs. Iswanto, Apt. MM, menyatakan, setelah melewati masa penuh tantangan di tahun 2013 lalu yang merupakan masa transisi menuju Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Kesehatan, juga kondisi perekonomian makro yang kurang menguntungkan, Perseroan akan memperkuat langkah stabilisasi sehingga dapat menciptakan pertumbuhan yang positif.

“Ada bebeberapa milestone yang kita targetkan di tahun ini. Untuk siap berkompetisi, kita berencana memperkuat pangsa pasar dengan mengakuisisi bisnis usaha lain, kemudian juga memperluas pasar ekspor. Tidak lupa kita menargetkan tahun ini akan meraih Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000, juga laboratorium kita berbasis ISO 17025,” papar Iswanto pada acara Media Gathering di Jakarta 11 Juni 2014.

Di sisi tata kelola lingkungan, setelah berhasil meraih Proper Hijau dari Kementrian Lingkungan Hidup di 2013 lalu, tahun ini Phapros menargetkan untuk meraih peringkat EMAS dengan terus meningkatkan tata kelola lingkungan yang lebih baik dari yang di persyaratkan pemerintah.

Sejauh ini, Phapros telah mempunyai lima divisi bisnis. Pertama adalah OTC yang memasarkan obat jual bebas dengan spesifikasi pada 15 produk. Kedua, Alpha yang berfungsi memasarkan obat dengan resep (ethical) dengan spesifikasi untuk 52 produk. Ketiga Delta, memasarkan obat resep (ethical) yang sudah menjadi komoditi/mature, dengan 25 jenis produk. Keempat, Gamma yang memasarkan obat generik berlogo (OGB) untuk 145 produk. Dan kelima, Toll In, yang berfungsi menerima order produksi obat dari farmasi lain. Secara total, Phapros memasarkan total 237 produk.

Dari total penjualan 2013 yang sebesar Rp521,6 miliar, divisi Ethical masih menjadi penyumbang tertinggi yakni Rp191,7 miliar, diikuti oleh divisi Generic sebesar Rp191,4 miliar. Sementara divisi OTC dan Toll In masing-masing menyumbang Rp105,4 miliar dan Rp 34,1 miliar. Secara total, penjualan 2013 berhasil dipertahankan di atas batas psikologis Rp 500 miliar, yaitu Rp 521,6 miliar.

Dijelaskan Iswanto, untuk produk obat generik (OGB), penjualan lebih ditentukan oleh pasar institusi, bukan pasar regular. Di 2013, belanja pemerintah di bidang kesehatan cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya, sehingga pasar institusi juga meningkat. “Tetapi karena ada transisi menuju SJSN Kesehatan, pasar non-reguler itu menjadi sangat terfragmentasi, sehingga tiga besar produsen OGB, termasuk Phapros mengalami penurunan penjualan OGB hingga 16,4%. Ini berpengaruh ke total penjualan bersih Phapros di 2013,” jelas Iswanto.

Kendati demikian, Phapros tetap mampu mencatat pertumbuhan laba kotor 0,05% dari Rp320,97 miliar menjadi Rp321,12 miliar. Peningkatan laba kotor di tengah penurunan penjualan bersih mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan efisiensi produksi. Karena kenyataanya, di 2013 beban pokok penjualan mengalami penurunan relatif tinggi, seperti ditunjukkan oleh penurunan rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan bersih, yaitu 38,4% dari posisi 39,4% di tahun sebelumnya. Penurunan rasio ini terutama disebabkan oleh peningkatan proporsi pendapatan dari Toll-in  Manufacturing yang secara umum memilki beban pokok penjualan relatif rendah.

“Tetapi karena terjadi kenaikan beban usaha yang cukup tinggi yakni Rp18,78 miliar, laba usaha mengalami penurunan senilai Rp18,63 miliar. Kenaikan beban usaha tersebut disebabkan oleh peningkatan beban penjualan. Beban penjualan ini meningkat karena peningkatan biaya pemasaran dan distribusi serta provisi imbalan kerja, seriring dengan peningkatan produk OND, baik Ethical maupun OTC kita. Jadi beban usaha naik bukan karena inefisiensi,” ujar Iswanto.   

Di tengah kondisi ekonomi yang membuat biaya bahan baku dan biaya kapital meroket, Phapros yang di 2013 meraih tingkat kesehatan A dapat dikatakan memilki kinerja yang cukup baik. Hingga akhir 2013, aset Perseroan tercatat meningkat 15,1% mencapai Rp642,91 miliar.




Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi:


Imam Ariff Juliadi


Corporate Secretary


PT  Phapros Tbk


Gedung RNI


Jl. Denpasar Raya Kav. D III, Kuningan - Jakarta (12950) 


Phone  : (62-21) 527-6263, 252 3820 


Fax         : (62-21) 520-9381


Mobile : 0817-9527-332


Email    : imam@ptphapros.co.id


Website: www.http://ptphap.co.id




home